Memaparkan catatan dengan label muhasabah. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label muhasabah. Papar semua catatan

Ujian Allah

|

Assalamualaikum, jom kita muhasabah diri!!!


Kenapa Kita DiUji?

"..Adakah patut kamu menyangka bahawa kamu akan masuk syurga, padahal belum sampai kepada kamu (ujian dan cubaan) seperti yang telah berlaku kepada orang orang yang terdahulu daripada kamu? Mereka telah ditimpa kepapaan (kemusnahan hartabenda) dan serangan penyakit, serta digoncangkan (oleh ancaman bahaya musuh), sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman yang ada bersamanya: Bilakah (datangnya) pertolongan Allah?" Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat (asalkan kamu bersabar dan berpegang teguh kepada ugama Allah). (Al-Baqarah:214)

"..Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." (Al-Ankabut:2-3)

"..Dan demi sesungguhnya! Kami tetap menguji kamu (wahai orang-orang yang mengaku beriman) sehingga ternyata pengetahuan Kami tentang adanya orang-orang yang berjuang dari kalangan kamu dan orang-orang yang sabar (dalam menjalankan perintah Kami); dan (sehingga) Kami dapat mengesahkan (benar atau tidaknya) berita-berita tentang keadaan kamu." (Muhammad:31)

"..Tidak ada kesusahan (atau bala bencana) yang menimpa (seseorang) melainkan dengan izin Allah; dan sesiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memimpin hatinya (untuk menerima apa yang telah berlaku itu dengan tenang dan sabar); dan (ingatlah), Allah Maha Mengetahui akan tiap-tiap sesuatu." (At-Taghaabun:11)

"..Dan janganlah engkau menujukan pandangan kedua matamu dengan keinginan kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan dari mereka yang kafir itu menikmatinya, yang merupakan keindahan kehidupan dunia ini, untuk Kami menguji mereka padanya; sedang limpah kurnia Tuhanmu di akhirat lebih baik dan lebih kekal." (Taha:131)

"..Sesungguhnya Tuhanmu tetap mengawas dan membalas, (terutama balasan akhirat). (Dalam pada itu manusia tidak menghiraukan balasan akhirat), oleh yang demikian, maka kebanyakan manusia apabila diuji oleh Tuhannya dengan dimuliakan dan dimewahkan hidupnya, (ia tidak mahu bersyukur tetapi terus bersikap takbur) serta berkata dengan sombongnya: "Tuhanku telah memuliakan daku!"

"..Dan sebaliknya apabila ia diuji oleh Tuhannya, dengan disempitkan rezekinya, (ia tidak bersabar bahkan ia resah gelisah) serta merepek dengan katanya: "Tuhanku telah menghinakan daku!" Jangan demikian, (sebenarnya kata-kata kamu itu salah). Bahkan (perbuatan kamu wahai orang-orang yang hidup mewah, lebih salah lagi kerana) kamu tidak memuliakan anak yatim, (malah kamu menahan apa yang Ia berhak menerimanya)." (Al-Fajr:14-17)

"..Maka apabila manusia disentuh oleh sesuatu bahaya, ia segera berdoa kepada Kami; kemudian apabila Kami memberikannya sesuatu nikmat (sebagai kurnia) dari Kami, berkatalah ia (dengan sombongnya): "Aku diberikan nikmat ini hanyalah disebabkan pengetahuan dan kepandaian yang ada padaku". (Tidaklah benar apa yang dikatakannya itu) bahkan pemberian nikmat yang tersebut adalah ujian (adakah ia bersyukur atau sebaliknya), akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (hakikat itu)." (Az-Zumar:49)

Kenapa Doa Tidak DiMakbulkan? "..Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah:216)

Kenapa UjianNya Berat? - "..Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (Al-Baqarah:286)

Bagaimana Menghadapi Ujian Allah s.w.t.?

"..Wahai sekalian orang-orang yang beriman! Mintalah pertolongan (untuk menghadapi susah payah dalam menyempurnakan sesuatu perintah Tuhan) dengan bersabar dan dengan (mengerjakan) sembahyang; kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang sabar." (Al- Baqarah:153)

"..Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk." (Al-Baqarah:45)

"..Demi sesungguhnya! Kami akan menguji kamu dengan sedikit perasaan takut (kepada musuh) dan (dengan merasai) kelaparan, dan (dengan berlakunya) kekurangan dari harta benda dan jiwa serta hasil tanaman. Dan berilah khabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (Al- Baqarah:155)

"..Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)." (Al-Imran:200)

"..(Sebenarnya) apa yang ada pada kamu akan habis dan hilang lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah tetap kekal; dan sesungguhnya Kami membalas orang-orang sabar dengan memberikan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka telah kerjakan." (Al-Nahl:96)

Kepada Siapa Yang Boleh DiHarapkan?

"..Sesiapa yang diberi hidayah petunjuk oleh Allah, maka dia lah yang berjaya mencapai kebahagiaan; dan sesiapa yang disesatkanNya maka engkau tidak sekali-kali akan beroleh sebarang penolong yang dapat menunjukkan (jalan yang benar) kepadanya." (Al-Kahf:17)

"..Cukuplah bagiku Allah (yang menolong dan memeliharaku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; kepadaNya aku berserah diri, dan Dia lah yang mempunyai Arasy yang besar". (At-Taubah:129)

Jangan Putus Asa! - "..dan jgnlah kamu berputus asa drp rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.

Nikmat, ayuh muhasabah.

|

Assalamualaikum w.r.tullah,
Alhamdulillah, segala syukur kita tinggikan kepada rabbul jalil, Allah subhanahu wata'ala, segala nikmat yang telah diberikan-Nya, tidak terkira banyaknya, udara yang kita gunakan untuk bernafas, anggota badan yang kita gunakan untuk melaksanakan amalan-amalan sehari-hari, tempat tinggal kita yang nyaman, suasana hidup yang tidak kucar-kacir, makanan yang melimpah ruah tak terperi banyaknya, tunggangan-tunggangan yang pantas sampai ke destinasinya, informasi-informasi yang dengan sekali klik, sudah sampai kepada yang menginginkan informasi itu, sungguh ya wahai pembaca-pembaca sekalian, banyak sungguh nikmat yang diberikan oleh pencipta kita, Ar-Razzaq (Yang Maha Pemberi Rezeki), Allah Azza Wajalla. Sehinggakan, Allah merakamkan satu ayat di dalam al-quran tentang ketidak terhitungan nikmat-Nya dalam surah 16(An-Nahl), ayat 18 :

Maksudnya : "Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."


Jika kita ingin menilai, amalan kita, solat kita, puasa kita, zakat kita, haji kita, hanyalah seciput yang kecil, nak dibandingkan dengan nikmat-nikmat yang diberikan Allah, MasyaAllah, memang jauh nilaiannya. Para sahabat Rasulullah pernah mempersoalkan tentang amalan mereka kepada rasulullah, apakah, dengan amalan kami yang sedikit ini boleh menjanjikan kami syurga?Sedangkan, ummat-ummat yang terdahulu, amalannya sehingga mencecah beribu-ribu tahun tidak berhenti beribadat(ibadat khusus), sungguh, Rasulullah menjawab yang mafhumnya, sedikitnya amalan-amalan ummatku, adalah sama dengan banyaknya amalan-amalan ummat yang terdahulu. Maka, apa yang kita tunggu-tunggu lagi, sampai bila kita ingin tunggu?sudah tua nanti kah?adakah kita tahu bila kita akan mati?Subhanallah, ayuh rakan-rakan pembaca sekalian, muhasabahi setiap saat kita hidup atas bumi ini, perkara buruk yang lepas jadikan iktibar, agar tidak diulangi kembali, yang baik diteruskan dan dipertingkat.

Penulis bukan ingin ajak-ajak ayam atau kosong, tetapi ingin mengajak seluruh manusia seantero dunia untuk mengejar satu cita-cita murni iaitu mendapatkan Redha Allah. Adakah dengan goyang kaki, kita dengan mudah mendapat redha Allah?fikirkanlah wahai jiwa-jiwa sekalian...

-coretan di pagi hari...memusabahi detik-detik hidup yang tidak tahu bila kesudahannya...-

wassalam wailalliqa'..

'Journey' to the South

|


1.


2.


3.


4.

Assalamaualaikum kepada semua pembaca budiman yang dikasihi sekalian,

ingin ku'update' serba sedikit blogku ini, aku kali ini ingin mengubah sedikit gaya penulisanku, kuingin tulis kisah diriku bukan untuk beromongan kosong, tapi ingin dikongsi dan dimuhasabahi akan stiap apa yg berlaku.

Baru-baru ini, aku dan beberapa saudara "tukang jahit" ku telah ber'journey'(jaulah) ke selatan smnnjung mlysia atas beberapa tujuan tertentu yang penting. (Aku tidak akan menceritakan apa yang kulakukan, tetapi merujuk kepada gambar2 di atas, akan ku kupas sedikit tentang yang berlaku di 'jaulah' kami ini dan gambar2 itu).

Merujuk kepada gambar no 2., kereta honda civic. Kami telah berjaulah dengan kereta itu. Sepanjang perjalanan, macam2 event atau situasi yang menyayat hati, mengimbau diriku yang dulu. Ada rakanku yg di seat belakang, tidur kepala mereka beralaskan kepala yg lain sesama sendiri(boleh bayangkn?). Aku yg ketika itu mnjd co-pilot, mnjd teman setia pilot, berbual untuk meningkatkan "fillah" kami (bg sape2 yg xphm ley tny "fillah" tu apa). Yang aku nak kaitkan di sini ialah, tentang firman Allah dalam surah 49:10,


Maksudnya : " Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara; maka perelokkan antara dua saudara kamu, dan takutilah Allah supaya kamu dikasihani."

Betapa "fillah" ku rasa sepanjang 'journey' kami.

Merujuk kepada gambar no 4. pula, satu cerita yang kelakar dan menakutkan. Hari ke-2 kami, dihiasi dengan sarapan sate+nasi lemak+mee rebus. Aku meng'order' nasi lemak kerna ia kelhtn bgitu menarik sekali (nafsuku sedikit menguasai diri tika ini). Sesekali kucuba telan nasi lemak itu, tanpa disedari terdapat ikan bilis yang tersangkut di bronchusku. tika itu aku terasa seperti ingin mati, mati tercekik?rasa takut+kelakar hinggap di benak pemikiranku. takut kerana ku rasa diri ini belum cukup bekalan ke dunia sana, kelakar kerana tercekik ikan bilis. Tapi, tika itu juga, satu firman Allah hinggap di satu celah pemikiranku iaitu dalam surah [3:185], boleh rujuk pada entryku sebelum ini untuk maksud ayat. Betapa ku fikir, mati itu boleh berlaku di mana2, bila2 tanpa disedari. Alhamdulillah, Allah yang Maha luas rahmat-Nya memberikan ku peluang untuk meneruskan penyambungan rantai dakwah di dunia ini.

Merujuk kepada gambar no 2., prism: warna putih terpecahnya beberapa warna. Aku ibaratkan putih itu islam yang melambangkan fitrah manusia. warna2 lain itu melambangkan bermacam2 jemaah yang mengaku islam di dunia ini. Pada hari ke-2 'journey' kami, kami singgah di rumah seorang pakcik lama yang berpengalaman yang mana pakcik itu adalah bapa kepada seorang saudara "tukang jahit" ku. Dia menceritakan tentang fenomena2 yang berlaku di dunia terutamanya di timur tengah. Umat islam di sana berlaga2 atas nama jemaah?atau apa?apa yang dicari sebenarnya. Aku sering dan selalu memikirkan, bagaimana islam ingin naik kalau umatnya sendiri tidak bersatu?Ayuh bersatulah saudara2 seislam seaqidah denganku!kita jadikan warna2 berlainan itu kepada satu warna iaitu putih!

Merujuk kepada gambar no 1, yang terakhir. Melambangkan tersusunnya baris dan lajur dalam satu skuad kawad, dikaitkan dengan kita yang beroganisasi, perlulah tersusun dan mengukuhkan. Seperti yang difirmankan Allah dalam surah [61:4] ,



Maksudnya : " Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan-barisan, seakan-akan mereka sebuah bangunan yang padu "

Saidina Ali pernah menyebut " kebaikan yang tidak terancang akan mudah dikalahkan oleh kejahatan yang terancang rapi". Jadi dalam apa jua yang kita lakukan, mesti lah dirancang dan yang paling penting, apa yang dirancangkan itu diamalkan!.

wallahu'alam




jom

|


Maksudnya : "Tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, dan sungguh, kamu akan dibayar sepenuhnya upah kamu pada Hari Kiamat; sesiapa yang disingkirkan daripada Api dan dimasukkan ke Taman, akan mendapat kemenangan. Kehidupan dunia adalah tiada, melainkan kesenangan yang memperdayakan."[3:185]
(source : http://www.e-bacaan.com/bacaan003.htm)

Jadi, jiwa-jiwa yang masih mengaku dirinya masih berlegar2 di atas muka bumi ciptaan yang Maha Esa, masihkah kau ingat yang kau itu akan mati dan PASTI merasai mati?Tahukah bila akan ditarik nyawamu?terjaminkan kamu untuk mendapat ganjaran terbaik dari-Nya?.Ayuh! kita FOCUS! jangan tergoda lagi dengan kehidupan dunia yang penuh dengan kesenangan yang memperdayakan. bagi jiwa-jiwa yang sudah sedar akan tujuan hidup nya di atas muka bumi ini, jangan kau biarkan jiwa-jiwa saudara dan manusia-manusia lain terkapai-kapai bak buih-buih di lautan, mereka juga mahukan kesenangan dan kebahagiaan yang kekal abadi di alam yang juga kekal abadi. Apa pernah kau mendengar nyanyian seorang penyanyi di tanah melayu ini..KERANA KAU, KU MASIH DI SINI..apa maksudnya??maksudnya..kerana kau wahai jiwa-jiwa yang sudah kenal tujuan hidupnya yang tidak menarikku untuk bersamamu, aku masih di sini tercari-cari apa sebenarnya erti hidup. Aku masih di sini terkapai-kapai bersama arus jahiliyah 'moden'.


Jadi, sekali lagi diri daif ini mengingatkan dirinya sendiri dan saudara-saudaranya sekalian, kita kembalikan kegemilangan yang sudah hilang ditelan zaman jahilyiah, kita kembali kepada titik permulaan pembinaan peribadi muslim itu sendiri, kita jadikan MUHAMMAD s.a.w itu sebagai contoh tauladan sehingga matinya kita, kita bukak mata dan lapangkan hati kita untuk bersatu dengan saudara-saudara islam kita yang lain!Ayuh, jangan dikau futur dengan tohmahan2, dugaan2, cabaran2, tribulasi duniawi. Itu semua perlu dihadapi untuk meraih ganjaran dari-nya yg tidak terperi.



Sudah jiwa-jiwa kalian bersedia untuk bangun menge"shift your paradigm"?

hujan??

|



Hujan?..Aku mengeluh.Aku merasakan rancanganku gagal.Aku merancang untuk balik ke CASA SUBANG pada pukul 9 malam td.Tapi hujan pula yang turun. Lantas aku seperti kecewa..kecewa bak kehilangan benda yg disukai.rasa kecewa yang amat.Walaubagaimanapun,perasaan kecewa itu hanya sebentar.Aku tersentak tiba2.Aku terfikir.Aku ini siapa untuk marah?Aku marah pada hujan?hujan siapa yg turunkan?aduh.hatiku sebak.Aku teringat akan firman Allah :

"Dan mereka merancang dan Allah juga merancang.Allah lah sebaik2 Perancang" (2:54)

Lantas aku sedarkan diri bahawa aku ini hamba Allah yang Maha pengampun.

-tamat-

::yang sedang belajar::

Live:Masjidil haram

 

©2009 - مَنْ أنَا - | Edited by -man ana-